Mengapa Harus Investasi Emas?

Jika di tahun 1980-an, dengan uang Rp 1 juta sudah dapat motor baru, maka sekarang (201X-an), dengan uang nominal yang sama dapat apa? Jangankan motor baru, motor bekas baru pun belum dapat. Uang, yang umumnya dipercayai sebagian besar masyarakat sebagai media penyimpanan nilai, adalah salah besar. Uang sangat rentan terhadap inflasi yang terjadi setiap tahunnya, sehingga tak heran investasi dalam bentuk mata uang sangat rentan rugi. Lantas, adalah solusi investasi dengan nilai inflasi 0 persen? Jawabannya ada, yaitu emas.

Emas dipakai sejak ribuan tahun yang lalu sebagai alat tukar yang tidak pernah menyusut nilainya. Ada apa dengan emas? Menurut sumber sejarah, emas telah dikenal sejak 40 ribu tahun sebelum masehi. Sejumlah suku pedalaman sudah mengenal emas dan dijadikan sebagai alat budaya khususnya perlengkapan spiritual kuno. Dalam masyarakat Mesir Kuno (circa), tahun 1932 SM mereka memakamkan Raja Tutankhamen dalam peti emas seberat hampir 2500 pound. Bangsa Romawi sudah memanfaatkan koin emas sebagai alat transaksi pada tahun 50 SM.

Pada perkembangannya emas menjadi cadangan devisa bagi suatu negara. Negara yang memiliki cadangan devisa berupa emas yang banyak, memiliki perekonomian yang kuat. Sedangkan mata uang hanyalah simbol nilai tukar yang sebenarnya tidak bernilai apa-apa, ketika negara tersebut tak memiliki cadangan emas. Maka, memiliki emas merupakan investasi abadi yang tak bakal lekang oleh pergerakan ekonomi global yang serba fluktuatif.

Blog ini mencoba menyajikan langkah praktis berinvestasi emas. Bagaimana memulai dan mengelola emas sehingga bernilai investasi, akan dibahas secara santai dalam situs blog ini. Tak hanya itu, saya juga akan sedikit membahas tentang ara jitu berkebun emas melalui pegadaian. Bisnis ini semakin fenomenal karena menawarkan untung yang lumayan.

Selamat berkunjung dan membaca blog ini.


Salam hangat,