Cara Terbaik Investasi Emas

Kesadaran dan antusias masyarakat Indonesia dengan investasi emas belakangan ini layak diacungi jempol, sebab sudah banyak warga yang sadar akan pentingnya investasi atau menabung emas. Mayoritas memilih investasi emas untuk tujuan mengamankan kekayaannya, mempertahankan nilai beli dimasa depan, mencukupi rencana masa depan, dan bisa juga untuk menambah kekayaannya. Investasi logam mulia emas memang selalu menjadi primadona karena karakteristik emas yang 'kebal' akan inflasi dan guncangan ekonomi (dari tahun ke tahun harga emas terus meningkat), ditambah lagi tingginya likuiditas emas sehingga mudah dijual kapan saja saat kita memerlukan dana, bukan seperti investasi properti misalnya.

Silakan ==> Download disini panduan lengkap investasi emas

Melalui artikel ini kita akan membahas beberapa cara umum investasi emas yang cukup efektif agar bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan investasi emas batangan:

1. Metode investasi emas paling umum di Indonesia adalah membeli emas saat harganya murah, kemudian menjualnya saat harga tinggi. Keuntungan didapat dari selisih nilai jual beli. Ini adalah cara yang paling klasik dan mudah, tapi cukup efektif karena memang secara statistik harga emas tiap tahunnya selalu meningkat 20%. Jadi kalau intinya anda bisa bersabar maka peluang anda mendapatkan keuntungan terbuka lebar. Inti dari metode pertama ini, kita harus sabar dan bisa memperkirakan kapan momen terbaik untuk beli emas lalu menjualnya kembali saat harga melambung tinggi.


2. Metode ke-2, Menabung emas untuk memenuhi rencana masa depan, misalnya: haji/umroh, menikah, pendidikan anak, liburan, beli mobil, dll.
Caranya kita tinggal mengkalkulasi berapa biaya yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut, lalu konversikan total biaya tersebut kedalam bentuk emas. Misalnya: anda butuh Rp.100 jt utk pernikahan 3 tahun lagi (setara dengan 200gr emas). Maka mulai dari sekarang kita bisa menabung emas agar bisa mencapai 200gr tersebut. Dengan trend positif harga emas yang naik 20% tiap tahunnya, jika anda berhasil menabung emas batangan sekitar 200gr maka anda sangat berpeluang besar untuk menikmati impian masa depan tersebut, malah kadang dananya bisa sisa. Karena emas sering mengalahkan inflasi. Kuncinya asal kita disiplin menabung emas.


3. Metode ke-3 adalah dengan memanfaatkan emas sebagai modal usaha. Jadi emas yang ada akan kita gadaikan lalu uang dari gadai emas akan kita putar/pakai kembali untuk keperluan bisnis/usaha kita. Namun yang perlu diperhatikan kita harus lebih cermat dalam kalkulasi, karena kita juga butuh dana untuk membayar cicilan emas. Tapi pada akhirnya kita akan >meraup keuntungan ganda, berupa emas batangan dan aset usaha kita sendiri.
Misalnya: Anda punya uang Rp.100 jt untuk memulai usaha warnet dan gaming, maka uangnya anda beli emas batangan dulu (200gr), lalu emasnya anda gadaikan di bank syariah (karena bank syariah memberikan nilai gadai paling tinggi, dan biaya gadai paling rendah). Lalu dari hasil uang gadai emas batangan anda akan menggunakan dana segar tersebut untuk membuka usaha warnet anda untuk membeli komputer, kursi, meja, sewa ruko, beli jaringan internet, dll. Nantinya kalau usaha warnet anda sudah jalan lancar, maka anda bisa membayar cicilan gadai emas secara rutin dari keuntungan usaha warnet tersebut sampai nantinya emas yang ada di bank syariah tersebut bisa anda tebus.

Singkat cerita setelah beberapa tahun, harta emas batangan 200gr itu kembali jadi milik anda lagi, ditambah juga aset usaha warnet yang sudah punya anda sejak awal. Cara ke3 ini yang sebenarnya metode investasi emas yang paling direkomendasikan karena uang yang kita miliki tidak 'nganggur' melainkan kita pakai untuk kegiatan bisnis lain yang lebih produktif.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk berinvestasi emas, Kalau anda mau mendapatkan untung lebih optimal dari investasi emas anda, pastikan baca juga disini rahasia investasi emas seorang pakar investasi emas Indonesia yang berhasil melipatgandakan kekayaannya 7 tahun terakhir melalui teknik investasi emas yang jarang kita pikirkan sebelumnya.

Semoga bermanfaat. 

Cara Berkebun Emas - Bocoran Rahasia Berinvestasi

Rabu, 14 Agustus 2013
Cara berinvestasi emas yang belakangan populer ini adalah ide hasil dari seseorang bernama Rulli Kusnandar, seorang mantan manajer I.T yang kini sudah sering menjadi pembicara seminar investasi emas. Metode yang dipergunakan oleh Rulli disebut "Kebun Emas", sebuah sistem yang cukup unik dan sangat menguntungkan jika dibandingkan cara-cara tradisonal investasi emas yang sering dipakai masyarakat Indonesia. Sistem berkebun emas ini awalnya keluar sekitar awal tahun 2007 yang metodenya melibatkan perbankan syariah dan pegadaian.

Resep Sukses

Untuk bisa benar-benar sukses dalam berkebun emas, kita harus siap investasi jangka panjang. Minimal 2-3 tahun. Karena dalam jangka panjang harga emas selalu naik, dan metode ini cukup memberikan keuntungan yang lumayan kalau kita bisa sabar menunggu momen yang pas untuk menjual emas dari hasil perkebunan emas kita :)

Menurut Rulli, sebaiknya investor menggunakan emas murni 24 karat (kemurnian 99,99%) sebagai instrumen investasinya, pasalnya jaminan kualitas dan kadar emas sangat terjamin terlebih jika ditambah dengan adanya sertifikat. Sekarang anda sudah siap untuk melakukan investasi emas?
Cara berkebun emas lengkap. Paling menguntungkan.

Bagaimana Cara Kerja Metode Berkebun Emas Ini?

Sebenarnya sederhana. Kita harus membeli emas batangan pertama dulu, lalu digadaikan ke pihak bank syariah atau pegadaian (Kalau bisa pilih lembaga yang memberikan nilai gadai paling tinggi dengan biaya gadai termurah; biasanya Bank-bank syariah). Nantinya uang dari hasil gadai pertama tadi anda pakai lagi untuk beli emas yang kedua (untuk beli emas baru, tentu saja kita harus menyediakan dana tambahan, karena uang gadai pertama yang kita dapatkan cuma 60-80% harga emas yang kita gadaikan).

Lakukan langkah ini secara berulang-ulang hingga anda merasa cukup. Sesuaikan juga dengan kondisi finansial anda.

Nantinya, emas terakhir yang ada JANGAN dijual. Rulli menyebutnya "kunci harta karun", karena emas ini nantinya yang akan dipakai untuk menebus emas yang sudah kita gadai sebelumnya satu-persatu. Jadi kita hanya bisa menjual emas tersebut minimal kalau harga emas sudah naik 30% dari harga awalnya. Disinilah kita bisa memanen kebun emas tersebut.

Kelebihan dari sistem investasi kebun emas ini adalah, penggunaan modal investasi yang 2/3 berasal dari bank. Setelah 2-3 tahun, utang kita(investor) akan menurun seiring dengan naiknya harga emas. Emas sendiri adalah logam yang kebal inflasi, alias zero inflation.


Contoh Penerapan Kebun Emas:

Investasi emas rutin: 25 gram
Asumsi harga 25 gram emas: Rp 9.000.000
Tambahan uang anda saat ini: Rp 3.750.000
Nilai gadai: 80% dari harga emas
Harga taksir bank: Rp 300.000/gr
Biaya titip: Rp 2.500/gr/bulan

Anda beli emas 25 gram, maka dana gadai yg anda dapatkan (Rp 300.000 x 80% x 25 gram)= Rp 6.000.000
Biaya titip 1 tahun (Rp 2500 x 25 gram x 12 bulan)= Rp 750.000

Langkahnya:
1. Beli emas 25 gram, lalu gadaikan
2. Anda dapat dana segar 6 juta
3. Tambah dana Rp 3 jt dari uang anda, menjadi Rp 9 juta
4. Beli lagi emas, plus biaya titip 750rb/tahun
5. Ulangi langkah diatas setiap anda punya dana lebih Rp 3.750.000

Jika anda berhasil mengulangi proses gadai ini sampai 5x (dan singkat cerita harga emas naik minimal 30%) maka:
1. Harga emas batangan 25 gram anda sekarang bernilai Rp 12 juta
2. Cara memanennya: jual emas ke-5 ==> dapat dana segar 12 jt ==> dst.. dana dipakai untuk menebus semua emas-emas lainya

Berapa Keuntungannya?

Total Modal:
- Beli emas pertama: Rp 9 juta
- Beli emas ke-2 sampai ke-5 : Rp 3 jt x 4 = Rp 12 juta
- Biaya titip Rp 750 rb x 4 = Rp 3 juta
- Total modal = 9 jt + 12 Jt + 3 Jt = Rp 24 juta

Hasil Panen Emas:
Penjualan emas: Rp 12 jt x 5 emas = Rp 60 jt
Tebus gadai: Rp 6 jt x 4 = Rp 24 Jt
Panen bersih: 60 jt - 24 jt = Rp 36 Jt

Keuntungan Bersih Investasi Kebun Emas:
= Hasil Panen - Modal
= 36-24
= Rp 12 jt


Metode Investasi Emas Tradisional vs Investasi Kebun Emas. Mana Lebih Untung?

Metode investasi emas tradisional:
Dengan modal Rp 24 jt, saat harga emas masih 9 jt atau 360 ribu/gram, maka kita punya emas sebanyak (24 juta : 360 ribu) = 66,66 gram emas
3 tahun kemudian harganya naik 30%: berarti harga emas adalah Rp. 480 ribu/gram, maka total uang kita = (Rp 468.000 x 66.66 gram) = Rp 31.196.880

Keuntungan Bersih Investasi Emas Tradisional:
= Harga terakhir - modal
= (Rp 31.196.880 - Rp 24.000.000)
= Rp. 7.196.880

3 Tips Menghindari Penipuan Investasi Emas Bodong

Sabtu, 10 Agustus 2013 2 komentar
Kasus penipuan berkedok investasi emas belakangan ini makin marak, dan bisa dibilang sangat memprihatinkan. Ratusan orang sudah penah tertipu, dan uang ratusan milyaran rupiah pun melayang. Ternyata setelah saya pelajari kasusnya, kebanyakan korban penipuan ini ialah mereka yang punya modal cukup, namun kurang mengerti informasi seputar investasi emas, cara kerja investasinya, tapi ingin untung cepat dengan ikut-ikutan program investasi ini.

Lagi-lagi penipuan.

Modus dan cara kerja investasi emas bodong yang paling sering apa?

Masyarakat (pemilik dana) akan ditawarkan membeli emas dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada harga pasaran. Kemudian pengelola dana (penipu) akan menjanjikan bunga sebesar 5-10% per bulannya, atau bisa lebih tinggi kalau anda mau menitipkan emasnya kepada pengelola.

Apa nama modus tersebut?

Nama lainnya bisa disebut seperti: arisan berantai, ponzi scheme.

Masalahnya dimana?

Penipu menjanjikan bisa memberikan investasi anda sekitar minimal 5% per bulan. Tapi harga emas belum tentu naik terus secara konsisten tiap bulan, malah kemungkinan turun pun ada. (Walapun dalam jangka panjang harga emas cenderung naik). Masalahnya dari mana mereka bisa membagi keuntungan minimal 5% kepada anda secara rutin tiap bulan? Sedangkan bunga investasi deposito bank saja cuma 6%/tahun bukan per bulan.

Bagaimana cara kerja sesungguhnya investasi emas bodong ini?

Seperti yang kita ketahui, prinsipnya adalah arisan berantai, sama seperti penipuan jenis MLM yang sudah sering kita dengar sebelumnya. Namun kali ini diberi penjamin berupa EMAS agar lebih menarik masyarakat. Jadi nantinya dana semua member akan dihimpun, lalu dana itu toh dibagikan juga ke tiap tahapan member(downline).

Contohnya:
Si penipu emas menjual emas 10 kg = 10.000 gram ke 100 member dengan harga Rp.100 ribu. Maka dana yang berhasil diperoleh sipenipu dari member tahap pertama = Rp. 10 milliar. Lalu emas tersebut dititipkan lagi kepada si penipu sesuai kesepakatan. Intinya sekarang, si penipu memegang Rp. 10 miliar dan 10 kg emas.

Si penipu kemudian menawarkan program investasi yang sama kepada member tahap kedua. Dapat lagi deh uang Rp. 10 miliar dan emas 10 kg. Jadi kalau ditotal uangnya jadi Rp.20 milliar dengan emas yang cuma 10 kg (Itupun kalau benar emasnya ada, kadang cuma bohong).
Siklus ini berlangsung terus, sampai si penipu berhasil mengumpulkan banyak downline.

Bagaimana si Penipu membayar?

Kalau kita kalkulasi maka setiap bulan si penipu harus membayar sekitar 5%-10% x 10 milliar = 500jt-1milliar untuk tiap tahapan member.
Gampang saja, si penipu akan mengambil dana dari member tahap 2 >> untuk membayar member tahap 1. Berarti dari 20 milyar tadi, 1 milliar akan diberikan kepada member downline pertama, dan ini berlangsung terus sampai member downline tahap berikutnya.
Bayangkan kalau dana yang berhasil dihimpun 1 trilliun. Mengeluarkan 100 milliar adalah perkara mudah.

Kapan sistem ini bermasalah?

Ya, saat si penipu tak berhasil menemukan downline baru lagi. Karena lama kelamaan persediaan dana pun menipis hingga tak cukup lagi membayar tiap tahapan member.
Itupun masih untung kalau dia mau bayar. Terkadang sisa uang yang ada dilarikan semua, dan emas pun dibawa kabur. Akhirnya, Masyarakat jugalah yang jadi korban penipuan investasi emas bodong ini.

Bagaimana menghindari penipuan investasi emas bodong?

Ada 3 tips mudahnya:
1. Jangan langsung percaya kalau bunga investasi yang ditawarkan lebih besar dari rate deposito bank. Seperti kata pakar emas Indosurya securities, Mulyadi Tjung,
“Kalau dijanjikan bunga di atas deposito, dan dijanjikan fixed rate harus pikir seribu kali untuk masuk”. Bunga deposito biasanya cuma 5%-10% per TAHUN, bergantung jenis investasi deposito. Jadi kalau anda ditawari return investasi 5%-10% per BULAN. Waspadalah...waspadalah

2. Tanyakan legalitas perusahaan dengan pasti. Jangan investasi di lembaga yang tidak terdaftar resmi.

3. Tanyakan cara kerja sistem investasi emas tersebut. Jangan malu untuk mengkorek informasi sedetail mungkin, karena anda punya hak untuk tahu mau diapakan uang anda, dan bagaimana cara mereka memutarkan uang anda. Lebih baik kita sedikit berhati-hati diawal, agar tidak menyesal belakangan.

7 Hal Perlu Diperhatikan Sebelum Berinvestasi Emas

Kamis, 18 Juli 2013 0 komentar
Sebelum kita mulai melakukan investasi dalam bentuk logam murni/emas ada beberapa hal dan rambu-rambu yang hendaknya kita pahami dulu:

1. Kuasai perhitungan dasar dan lakukan pengecekan harga dasar emas di PT Aneka Tambang(ANTAM).

2. Pertimbangkan tempat Anda membeli emas. Biasanya, harga dasar di toko emas lebih murah daripada di ANTAM. Namun hal lain yang perlu kita ketahui adalah biaya lain yang mempengaruhi harga emas, seperti ongkos cetak. Toko yang berada di mall biasanya akan mengenakan ongkos lebih mahal ketimbang toko mas di pasar tradisional.

3. Emas batangan yang punya sertifikat resmi dari ANTAM.

4. Pilih emas batangan dengan berat sedang dan bervariasi. Nantinya pilihan ini akan mempengaruhi seberapa banyak emas yang harus anda jual ketika ada keperluan finansial mendesak.
Jika anda punya 1 emas batangan seberat 100 gram dan tiba-tiba perlu uang Rp.10 Juta, maka anda harus menjual keseluruhan emas tersebut. Lain ceritanya kalau emas yang anda punya beratnya 10 gram sebanyak 10 batang, maka anda akan lebih fleksibel. Jika anda membutuhkan dana tertentu, misal 5 juta. Anda bisa menjual sebagian dari emas tersebut. Cara ini pun bisa meminimalisir kerugian investasi, misal: kehilangan 1 batang emas 100 gram maka berarti seluruh investasi anda lenyap. Bandingkan dengan 10 batang emas 10 gram, tentunya resiko kehilangan emas tersebut jauh lebih kecil.

5. Jika anda membeli emas lantakan di toko emas, negosiasikanlah ongkos yang dibebankan kepada Anda. Biasanya ketika membeli emas lantakan dibawah satuan 100 gram, anda dikenakan ongkos sekitar Rp50ribu-Rp200ribu (bergantung pada emas yang dibeli dan tempat membelinya). Toko emas di pasar tradisional tentunya akan mengenakan biaya lebih murah dibanding toko emas yang berlokasi di mall.

6. Pertimbangkan tempat yang paling aman untuk nantinya menyimpan emas Anda (contoh: simpan di rumah atau safebox deposit?). Salah satu kelebihan emas batangan adalah jenis investasi emas lantakan ini sangat mudah diubah menjadi uang tunai tanpa adanya konfirmasi khusus dari pemilik lama. Perlu diperhatikan, kelebihan tersebut sekaligus menjadi kelemahan dari investasi emas lantakan karena pihak manapun yang berhasil mengambil emas anda bisa menjualnya dengan mudah. Oleh karena itu, pertimbangkan tempat terbaik untuk menyimpan emas anda.

7 Keuntungan Investasi Emas

Sabtu, 13 Juli 2013 0 komentar
Oke, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apa sih keuntungan investasi emas dibanding instrumen investasi lainnya? Singkatnya, satu alasan utamanya ialah karena harga emas yang selalu naik. Berdasarkan statistik dibandingkan 10 tahun lalu, harga emas sudah meningkat lebih dari 300%. Itu artinya, setiap tahun harganya bisa menembus 30% kenaikan. Coba perhatikan grafik dibawah ini:
trend harga emas jangka waktu 10 tahun

Tapi masih ada kelebihan lain investasi emas yang sebenarnya jauh lebih penting ketimbang kenaikan harga saja, 7 diantaranya:

1. Tidak ada Counterparty Risk (ketergantungan pada pihak lain)
Anda memiliki harta yang berupa tangible asset (aset nyata), sehingga Anda tidak bergantung kepada pihak lain. Tangible asset ini menjadi sangat penting saat krisis finansial melanda. Anda akan tetap aman, selama emas tersebut masih anda pegang. Bandingkan saja dengan orang yang menginvestasikan uangya di Lehman Brothers(Amerika) tahun 2008, berapa harta mereka yang akhirnya menguap sia-sia akibat krisis saat itu.

2. Konsistensi Daya Beli
Misalkan: harga emas turun dari US1000/oz ke 500/oz, tentunya harga komoditi lainnya (minyak, beras, gandum,dll) akan turun. Sejarah islam sejak 1400 tahun hijriah lalu sudah membuktikannya.( Dulu Urwah menjual 1 ekor kambing = 1 koin dinar emas, tahun 2012 ini harga 1 koin dinas emas sekitar Rp.2,25 jt = setara harga kambing saat ini).
Makanya anda tidak perlu khawatir saat harga emas turun, karena emas itu bersifat 'zero inflation'. Apapun terjadi, daya beli anda tetap sama.

3. Tidak Tergantung pada Keputusan Pemerintah
Uang kertas yang kita pegang saat ini nilainya sangat rentan untuk naik dan turun. Ini semua karena uang kertas bergantung pada kebijakan ekonomi, politik, birokrat tiap negara. Dengan adanya emas ditangan anda, anda tidak perlu mencemaskan mengenai suku bunga, inflasi, dll.

4. Aset yang berada di luar sistem perbankan
Dengan memiliki emas, kita punya kesempatan besar untuk mempertahankan aset kita, yang berada di luar sistem perbankan. Seperti kita tahu semua sistem bank di dunia selalu dihantui krisis, dan sentimen kebijakan ekonomi, politik negara lain. Sekarang, dengan emas anda akan lebih aman, kapan dan dimana saja.

5. Perlindungan nilai aset
Saat inflasi naik, harga emas akan naik lebih tinggi. Begitu juga terhadap dollar, jika kurs dollar meningkat, maka harga emas juga tentu naik.
Intinya, harta anda tidak akan berkurang.

6. Sarana menabung paling efektif
Karena biasanya harga emas meningkat seiring dengan naiknya inflasi. Maka dalam jangka panjang, akan lebih aman kalau kita mulai berinvestasi atau menabung emas mulai sekarang. Baik untuk tujuan naik haji, persiapan menikah, beli rumah, atau rencana pendidikan jangka panjang anak.

7. Emas mudah didapatkan, dan sangat liquid
Belinya gampang, jualnya juga gampang. Itulah sifat emas, mudah ditemukan dimana saja. Harga emas di Indonesia dan dunia relatif sama. Kita bisa beli emas di Jakarta lalu jual kembali di Makassar dengan harga yang sama.

Investasi Gadai Emas Syariah

Rabu, 10 Juli 2013 0 komentar
Trend investasi emas terbaru di Indonesia saat ini adalah gadai emas syariah dimana selain bertujuan investasi, model ini bisa dipakai masyarakat untuk mendapatkan dana segar dengan cepat. Menurut data dari Asosiasi Bank-bank Syariah Indonesia (Asbisindo), predkisi ditahun 2015 mendatang permintaan emas di bank syariah bisa mencapai nominal 306 triliun rupiah dan pertumbuhan investasi emas secara umum di tanah air akan tumbuh sebesar 100% tiap 2 bulan. Ini membuktikan emas merupakan jenis investasi yang sangat menguntungkan dan tak lekang oleh jaman.

Kalau dulu yang membuka gadai emas syariah hanya pegadaian (bekerja sama dengan Bank Muamalat), kini sudah banyak bank yang membuka jenis bank syariah, contohnya saja: BNI Syariah, BRI Syariah, Mandiri Syariah, Danamon Syariah, Bank Jabar Syariah, dll. Ada kelebihan ketika kita melalukan kegiatan gadai emas di bank berjenis syariah diantaranya: persyaratannya yang sangat mudah, prosesnya juga cepat dan gampang, jaminan keamanan standar bank, dana cepat cair, dan jangka waktu peminjaman yang bisa diperbaharui lagi. Itulah beberapa alasan mengapa masyarakat, dan wirausahawan memilih untuk mendapatkan dana segar dengan metode gadai emas syariah ini.

Ditilik dari sudut pandang perbankan, gadai emas dengan bank syariah ini juga sangat menguntungkan pihak mereka karena ada 3 keuntungan sekaligus yang bisa didapatkan seperti: tingkat keuntungan jauh lebih tinggi(margin tinggi karena masyarakat rela bayar mahal), sangat aman (karena  jaminannya berupa emas yang kita kenal sangat likuid atau mudah dicairkan), dan tidak ada penyisihan penghapusan aktiva produktif. Sistem gadai emas syariah ini menciptakan situasi win-win bagi kedua pihak sehingga prospek kedepan investasi emas syariah bagi masyarakat Indonesia masih cerah. Terlebih ini juga bisa mempercepat turut serta masyarakat dalam kegiatan ekonomi Islam dan ikut memperluas penerapan ekonomi Islam di Indonesia.

Daftar Tempat Untuk Membeli Emas Batangan

Kamis, 04 Juli 2013 5 komentar
Tanya: Dimana sih ada toko tempat jual emas batangan, kebetulan saya mau beli nih untuk tujuan investasi?

Jawab:
Untuk membeli emas batangan memang lebih susah dibandingkan membeli emas perhiasan karena tidak semua toko emas menyediakan emas batangan untuk dijual. Untuk mulai menjadi investor emas, Anda bisa membeli emas batangan di tempat-tempat berikut ini (beserta alamatnya):
  • Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT.Aneka Tambang Jl.Pemuda - Jl. Raya Bekasi Km 18 Pulo Gadung Jakarta 13210 Telp. 021-4757108 Faks. 021-4750665
  • Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT.Aneka Tambang Surabaya Jl. Bubutan No.98 Surabaya Telp. 031-545`034, 0315345921 Faks. 031-5315695
sertifikat emas antam
Contoh Sertifikat Emas

Pilihlah emas batangan dari Antam karena perusahaan ini adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah berpengalaman dalam bidang logam mulia. Adapun jenis-jenis emas batangan logam mulia yang dikeluarkan oleh Antam dan ongkos pembuatan per unitnya adalah:

  • 1 gram: Rp.26.000
  • 2 gram: Rp.26.000
  • 2,5 gram: Rp.26.000
  • 3 gram: Rp.26.000
  • 5 gram: Rp.31.000
  • 10 gram: Rp.41.000
  • 25 gram: Rp.51.000
  • 50 gram: Rp.61.000
  • 100 gram: Rp.76.000
  • 250 gram: Rp.55.000
Nominal yang tersedia di Antam bervariasi, mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram. Ada atau tidaknya nominal yang Anda inginkan sangat tergantung dengan pada persediaan ANTAM. Semakin berat satuan emas yang anda beli, maka semakin murah harganya.

Khusus di Jakarta, emas batangan produksi ANTAM juga bisa diperoleh di toko-toko emas berikut ini:
  • Toko Mas Aneka Logam KTC Hypermart Kelapa Gading Lt.2 Blok E7/1
  • Toko Mas Favorite Kramat Jati Indah Plaza Lantai Dasar Blok S/No.60
  • Princess Jewellery ITC Cempaka Mas Lantai LG No.73